Bigo Live Masih Dipakai untuk Siaran Konten Dewasa, Waduh
jpnn.com, JAKARTA - Bigo Live kerap menjadi perhatian publik sejak kemunculannya beberapa tahun lalu terkait konten yang tidak pantas.
Aplikasi ini sering digunakan untuk menayangkan adegan tidak senonoh, yang menciptakan kekhawatiran tentang etika digital.
Ada kekhawatiran mengenai dampak negatif penyalahgunaan aplikasi ini terhadap pengguna di bawah umur, karena Bigo Live memiliki rating usia 12+ di Google Play Store.
Meskipun ditujukan untuk pengguna berusia 12 tahun ke atas, Bigo Live sering digunakan sebagai platform untuk menayangkan konten dewasa.
Salah satu hal yang mengkhawatirkan adalah tayangan yang menampilkan perempuan dengan pakaian minim dan adegan menari erotis di depan kamera.
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra turut menyoroti konten pornografi di aplikasi video live chat Bigo.
Dia mengatakan bahwa negara harus bertindak tegas terhadap pornografi, untuk melindungi warga, khususnya anak-anak.
"Secepatnya akan kami take down dan tentu kami akan berkoordinasi dengan Kominfo agar tidak tersebar luas," ujar Jasra Putra, kepada awak media, Senin (27/5).
Bigo Live kembali jadi sorotan lantaran masih dipakai untuk siaran konten dewasa.
- 5 Berita Terpopuler: Menteri Ikut Bicara soal Kasus Guru Honorer Supriyani, KPAI juga Bergerak, Persaingan Keras
- Kasus Guru Supriyani Dituduh Memukul Anak Polisi, KPAI Minta PGRI Tak Lakukan Diskriminasi
- Naura Hakim Lakoni Adegan Dewasa dalam Serial Second Account
- Laporkan Kimberly Ryder ke KPAI, Edward Akbar Sertakan Barang Bukti Ini
- Edward Akbar Adukan Kimberly Ryder ke KPAI Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Anak
- Temukan Konten Pornografi di Bigo Live, Menkominfo: Kami Ambil Langkah Hukum